No Picture

Keberadaan DPD Dinilai Tak Relevan apabila Diisi Kader Partai

March 12, 2017 Muazzir, S. Kom (DPUTR) 0

JAKARTA, KOMPAS.com – Komite Pemantau Legislatif Syamsudin Alimsyah menilai keberadaan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menjadi tak relevan bila lembaga tersebut kemudian diisi oleh kader partai. Hal itu disampaikan Syamsudin menanggapi berbondong-bondongnya anggota DPD menjadi kader partai. “Idealnya DPD tak boleh dari parpol (partai politik). DPD itu perwakilan daerah yang anggotanya perorangan, bukan dari parpol seperti DPR,” kata Syamsudin dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (12/3/2017). Ia menambahkan, pada awalnya DPD dibentuk dengan tujuan mencegah munculnya disintegrasi sebagai suatu permasalahan di Indonesia yang kerap muncul sejak Orde Baru. Karena itu DPD dibentuk agar mampu merepresentasikan suara daerah dalam proses pembangunan. Jika nantinya DPD diisi oleh kader partai, maka aspirasi daerah yang akan tereduksi oleh kepentingan partai. Apalagi, saat ini terjadi ketimpangan yang mencolok antara pembangunan di Jawa dan di luar Jawa. Dengan dikooptasinya DPD oleh parpol, maka ketimpangan tersebut dikhawatirkan akan semakin melebar. “Harus ada pembeda tegas antara kelembagaan DPR dan DPD. Kalau tak ada pembeda untuk apa ada dua lembaga tapi sejatinya sama-sama dari parpol,” tutur Syamsudin. Penulis : Rakhmat Nur Hakim Editor : Bayu Galih

Pengumuman Hasil Rekapitulasi Pilgub Babel 10-12 Maret 2017

March 12, 2017 Muazzir, S. Kom (DPUTR) 0

Laporan wartawan bangka pos, Riski Yuliandri BANGKAPOS.COM, BANGKA — KPU Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan mengumumkan hasil rekapitulasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Babel 2017-2022 tanggal 10-12 Maret 2017. Namun jadwal tersebut dapat berubah jika terjadi sengketa dan masuk ke ranah Mahkamah Konstitusi (MK). “Jika tidak ada sengketa sekitar 10 sampai 12 maret ini kita umumkan, tapi jika ada sengketa maka kita baru umumkan tiga hari setelah putusan MK dibacakan,” ungkap Komisioner KPU babel Divisi Perencanaan dan Data Informasi, Lailan Cholidah, Rabu (8/2/2017). Dalam melakukan rekapitulasi tersebut, pihaknya akan membagi dalam beberapa tahapan, diantaranya ditingkat kecamatan yang akan dimulai tanggal 16-22 februari 2017, tingkat kabupaten tanggal 22-24 februari 2017 dan provinsi tanggal 25-27 februari 2017. “Ini baru jadwalnya, tapi untuk keputusannya nanti lihat situasi kapan kita tetapkan untuk rekap. Yang pasti antar tanggal-tangal itu,” tambahnya.

Anies Yakin Dapat Merebut Dukungan Lebih Banyak Lagi dari Pendukung Agus-sylvi

March 12, 2017 Muazzir, S. Kom (DPUTR) 0

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Beberapa kali datang pada deklarasi dukungan terhadap dirinya dari pendukung pasangan Agus-Sylvi, dinilai bukanlah hal yang secara tiba-tiba terjadi. Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan menjelaskan bahwa dukungan dari relawan Agus-Sylvi disebabkan karena banyaknya kesamaan program dari kedua pasangan. “Memang pada prinsipnya, banyak kesamaan dari pasangan nomor urut satu dengan kami, jadi kami menilai pendukung pasangan Agus-Sylvi yang mendukung kami,” jelas Anies aat blusukan di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (12/3/2017) Persamaan yang dimaksud adalah adanya keinginan dari pendukung AHY-Sylvi yang mendambakan gubernur baru di DKI Jakarta. Kemudian, adanya keinginan peningkatan kesejahteraan dari masyarakat yang berada di tingkat bawah di lingkungan kampung. Kesamaan itu, kata mantan Rektor Universitas Paramadina tersebut, yang kemudian mengalirnya banyak dukungan kepada pasangan yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS saat putaran kedua berlangsung. “Kami yakin dapat merebut dukungan dari pendukung Agus-Sylvi lebih banyak lagi,” ucapnya.

Djarot: Pembangunan Tembok di Wilayah Manggarai Bukan Solusi Mencegah Tawuran

March 12, 2017 Muazzir, S. Kom (DPUTR) 0

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Calon Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menilai pembangunan tembok di wilayah Manggarai bukan solusi untuk mencegah terjadinya tawuran antar warga. Menurut Djarot hal itu justru memicu masyarakat untuk saling berkelahi. “Justru kalau bikin tembok enggak baik,” ujar Djarot di daerah Grogol Utara, Jakarta, Minggu (12/3/2017). Djarot menilai solusi yang baik dengan merubuhkan tembok pemisah warga. Sehingga nantinya Djarot yakin ada interaksi antara warga menjadi lebih baik. “Bagaimana mengatasi bisa interaksi kenal satu sama lain, bukan bangun tembok tebel, tembok Berlin bahaya,” ungkap Djarot. Djarot menambahkan pemicu warga tawuran akibat ada provokasi dari masyarakat luar. Karenanya Djarot mengimbau kepada warga setempat untuk saling menjaga untuk tidak terpancing provokator. “Biasa yang melakukan provokasi orang dari luar. Tolong dijaga warga disini,” kata Djarot.

Home News Peristiwa 7 Terpidana Mati dari 3 Negara Ikut Dipindah ke Nusakambangan

March 12, 2017 Muazzir, S. Kom (DPUTR) 0

Liputan6.com, Jakarta – Puluhan napi dipindah ke lembaga pemasyarakatan di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Tujuh di antaranya merupakan terpidana mati kasus narkoba.Koordinator Lapas di Nusakambangan dan Cilacap, Abdul Aris, mengatakan seluruh terpidana mati itu merupakan warga negara asing. Mereka berasal dari tiga negara. “Ada satu dari Amerika Serikat, beberapa dari China dan satu dari Nigeria,” ujar Abdul Aris ketika dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Minggu (12/3/2017). Lalu, apakah pemindahan napi ke Nusakambangan ini terkait eksekusi mati? “Enggak tahu saya,” jawab Abdul Aris. Sebanyak 56 narapidana dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu 11 Maret 2017. Puluhan napi itu berasal dari Lapas Salemba dan Lapas Magelang. “Iya benar ada 56 napi dipindang kemarin. 50 dari Salemba, Jakarta dan 6 dari Magelang,” tutur Abdul Aris. Menurut dia, 50 narapidana dari Salemba menempati Lapas Permisan, Nusakambangan. Sisanya diboyong ke Lapas Batu.